Kamis, 12 Maret 2015

Tugas 1 (Perkembangan Akuntansi di Indonesia)

Diposting oleh Unknown di 23.57 0 komentar


PERKEMBANGAN AKUNTANSI DI INDONESIA
Tugas 1 Softskil_NPM Ganjil (Akuntansi Internasional)
Akuntansi : Ilmu yang digunakan setiap hari dan setiap saat dalam kehidupan di alam semesta ini. Semua mengunakan ilmu akuntansi baik langsung maupun tidak langsung dan malaikat juga mengunakan ilmu akuntansi. Heran bukan malaikat juga mengunakan ilmu akuntansi ketika mencatat amal baik dan amal buruk manusia. Pada dasarnya akuntansi memiliki hanya dua item yaitu debet dan kredit. Debet adalah sesuatu yang diluar masuk ke dalam sedangkan kredit adalah Sesuatu yang didalam keluar/memindahkan keluar.
Akuntansi ada ketika manusia melakukan barter, oleh karena itu akuntansi merupakan suatu transaksi yang dilakukan oleh manusia yang berkaitan dengan kegiatan/barang masuk dan keluar. Pada zaman nenek moyang transaksi pertama kali yang dicatat dengan sederhana sesuai dengan kebutuhan dan kondisi saat itu yaitu dengan pencatatan pada kulit kayu, batu dan sebagainya. Catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 sebelum masehi. Penemuan yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yonani kuno. Pada saat itu pencatatan itu belum dilakukan secara sistematis dan sering tidak lengkap.
Pada tahun 1494 telah diterbitkan sebuah buku yang ditulis oleh seorang pemuka agama dan ahli matematika bernama Luca Paciolo dengan judul Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita yang berisi tentang palajaran ilmu pasti. Di Indonesia praktik akuntansi dapat ditelusuri pada era penjajahan Belanda sekitar 17 (ADB 2003) atau sekitar tahun 1642 (Soemarso 1995). Jejak yang jelas berkaitan dengan praktik akuntansi ddi Indonesia dapat di temui pada tahun 1747, yaitu praktik pembukuan yang dilaksanakan Amphioen Socitey yang berkedudukan di Jakarta (soemarso 1995).
Perkembangan akuntansi di indonesia diiringi dengan perkembangan sosial politik serta ekonomi, sebagai berikut :


PERKEMBANGAN POLITIK DAN SOSIAL
PERKEMBANGAN EKONOMI


PERKEMBANGAN AKUNTANSI



ERA KOLONIAL BELANDA (1595-1945) :

 · Belanda menguasai Jawa dan kepulauan lain.

· Islam menjadi agama mayoritas.



Perusahaan Hindia Belanda (VOC) menguasai perdagangan di Indonesia. Keterlibatan dan aktifitas Pribumi di perdagangan dibatasi dengan ketat. Etnis China diberi hak khusus dibidang perdagangan dan transportasi air




Belanda mengenalkan akuntansi di Indonesia Regulasi akuntansi yang pertama dikeluarkan tahun 1642 oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda. Regulasi terebut mengatur administrasi Kas dan Piutang (Abdil Kadir 1982)

ERA SUKARNO (1945-1966) :

Indonesia memperoleh kemerdekaan. Kepemimpinan presiden Soekarni dekat dengan pemerintah Cina (RRC). Tahun 1965 terjadi usaha kudeta oleh komunis yang berhasil digagalkan dan mendorong peran militer.




Dominasi perdagangan oleh Belanda dan China mendorong munculnya ketidak adilan di masyarakat. Akhirnya, Indonesia memilih pendekatan sosialis dalam pembangunan yang ditandai dengan dominasi peran Negara. Tahun 1958, semua perusahaan milik Belanda dinasionalisasi dan warga Negara Belanda keluar dari Indonesia.


Akademi lulusan Amerika mengisi kekosongan posisi akuntan dan sistem akuntansi dan auditing Amerika dikenalkan di Indonesia. Baik akuntansi model Belanda maupun Amerika digunakan secara bersama. Ikatan Akuntansi Indonesia didirikan tahun 1957 untuk memberi pedoman dan untuk mengkoordinasi aktivitas akuntan.

ERA SUHARTO (1966-1998) :

Suharto menjadi Presiden tahun 1966 dengan pendekatan kebijakan ekonomi dan politik yang konservatif




Dibawah kepemimpinan Suharto, pembangunan ekonomi didasarkan pada pendekatan kapitalis. Investor asing didorong dan tahun 1967 dikeluarkan Undang-undang Penanaman Modal Asing yang menghasilkan munculnya perusahaan asing Tahun 1997-1998 Krisis Keuangan Asia menimpa Indonesia dan banyak perusahaan yang bangkrut.


Terjadi transfer pengetahuan dan keahlian akuntansi secara langsung dari kantor pusat perusahaan asing kepada karyawan Indonesia dan secara tidak langsung mempengaruhi aktivitas bisnis. Tahun 1973, IAI mengadopsi seperangkat prinsip akuntansi dan standar auditing serta professional code of conduct. Prinsip-prinsip akuntansi didasarkan pada pedoman akuntansi yang dipublikasikan AICPA tahun 1965. Standar akuntansi internasional diadopsi tahun 1995

ERA SETELAH SUHARTO (SETELAH 1998) :

Suharto dipaksa mengundurkan diri pada tahun 1998



Indonesia berjuang dari kesulitan ekonomi dan stabilitas sosial.


Regulasi diperketat untuk memperbaiki pengungkapan informasi.



Akuntansi memiliki bidang-bidang khusus seperti halnya bidang-bidang ilmu lainnya sebagai akibat dari perkembangan dunia bisnis. pertumbuhan ekonomi yang cepat telah mengharuskan akuntan untuk memperoleh keahlian yang tinggi dalam spesialisasi tertentu. Adapun bidang-bidang dari akuntansi yaitu;
1. Akuntansi keuangan (finansial accounting)
Akuntansi keuangan adalah bidang bidang akuntansi yang menyediakan laporan keuangan untuk pihak luar perusahaan.
2. Akuntansi biaya (cost accounting)
Akuntansi yang menyediakan berbagai informasi kepada manajemen mengenai pengumpulan biaya dan harga pokok produksi, perencanaan dan pengendalian biaya pada periode tertentu.
3. Akuntansi manajemen (management accounting)
Akuntansi manajemen diperlukan untuk memenuhi keperluan manajemen dalam melaksanakan perencanaan dan pengendaliaan perusahaan. Informasi akuntansi manajemen tidak didistribusikan untuk pihak luar perusahaan.
4. Sistem akuntansi
Sistem akuntansi adalah bidang akuntansi yang mempelajari rancang bangun (desain) prosedur-prosedur untuk pengumpulan, penciptaan, dan pelaporan data akuntansi yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
5. Akuntansi pemeriksaan (Auditing).
Akuntansi pemeriksaan adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan kegiatan pemeriksaan terhadap catatan hasil kegiatan Akuntansi Keuangan yang bersifat pengujian atas kelayakan Laporan Keuangan secara bebas (independen/ tidak berpihak) dan objektif.
6. Akuntansi Perpajakan
Bidang akuntansi yang mempelajari peraturan perpajakan dan pengaruh transaksi terhadap peraturan perpajakan dan memberikan pertimbangan atas perencanaan pajak (tax planing) serta memberikan alternatif meminimalkan pajak selama tidak bertentangan dengan peraturan perpajakan yang berlaku.
7. Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting).
Bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan untuk jangka waktu tertentu serta menganalisa dan mengontrolnya untuk masa yang akan datang.
8. Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting).
Akuntansi pemerintahan adalah bidang akuntansi yang memberikan informasi kepada kepala pemerintahan atas unit-unit organisasi pemerintahan mengenai keuangan sehingga dapat dilakukan pengawasan terhadap keuangan negara.
Pada era sekarang akuntansi tidak sebatas bidang yang disebut di atas namun akuntansi keprilakuan, akuntansi lingkungan, akuntansi social, akuntansi lalulintas dan lain-lain, yang telah di kembangkan oleh para pakar akuntansi namun bidang akuntansi tersebut belum di gunakan sepenuhnya di kurikulum sekolah maupun perguruan tinggi.
Dari bidang akuntansi di atas bisa fokus pada bidang yang menurut anda cocok untuk dikuasai dalam menunjang kesuksesan di dunia . Untuk lebih memahami akuntansi di harapkan bisa menguasi dasar-dasar akuntansi. Bidang akuntansi apapun yang anda belajar jika dasar akuntansi belum memahami akan mengalami kesulitan yang sangat besar, dasarnya rapuh..ujung-ujungnya juga rapuh.
Ilmu akuntansi digunakan oleh kalangan maupun lembaga apa saja di dunia ini. akuntansi ilmu bergunakan bagi manusia dalam mencapai target yang telah di tentukan. Bayangkan apa yang terjadi jika lebih banyak biaya dari pada mamfaat yang kita gunkan. Untuk mengetahui hal tersebut perlu mengunkan ilmu akuntansi. Bagi anda yang menguasi ilmu akuntansi banyak peluang yang anda dapatkan apalagi dibarengi dengan kemampuan bahasa inggris dan teknologi. Era globalisasi, akuntansi telah dipandu dengan IT yang dihrapakan kepada siapa saja yang inggin mengeluti dunia akuntansi belajarlah menguasi IT. Hal tersebut sangat menunjang karir anda.

sumber :http://ekonomi.kompasiana.com

 Nama: Irma H.Ginting
NPM: 23211695
Kelas: 4eb05

Rabu, 26 November 2014

Opini Job Seeker Vs Job Creator (Tgs 4 Softskill)

Diposting oleh Unknown di 09.08 0 komentar
OPINI TENTANG JOB SEEKER VS JOB CREATOR

Masih sulit mengubah mindset masyarakat dengan menjadikan wirausahawan sebagai profesi utama. Selama ini bukan profesi utama yang ingin digeluti sebagian besar masyarakat Indonesia. Sebagian besar lebih memilih menjadi tentara, dokter dan profesi lainnya. Kemampuan mengembangkan potensi diri ini menjadi masalahnya. Solusi yang harus dilakukan dengah mengubah mindset para mahasiswa dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Dari job seeker menjadi job creater. Meskipun tidak mudah mengubah mindset mahasiswa untuk keluar dari zona nyaman. “Mau tidak mahasiswa merubah mindsetnya. Kadang mahasiswa itu gengsi untuk berjualan. Masalah harus ada stimulus bahwa keinginan jadi wirausahawan bukan nomer dua atau nomer tiga. Jangan sampai mahasiswa berlindung dibalik status mahasiswanya. Kalau sudah lulus harus bersaing ketat,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Pasundan Dr.Jaja Suteja di Kampus Unpas, Kamis (21/3/2013).
Menurutnya, untuk itu mahasiswa harus didorong punya jiwa wirausaha karena secara makroekonomi juga akan membantu pemerintah. Kedepan perguruan tinggi didorong tidak hanya menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai tapi juga dapat menciptakan lapangan kerja. Salah satunya dapat dilakukan melalui kurikulum sebagai sesuatu yang bisa mentransform mahasiswa yang kurang memiliki nilai menjadi outputnya memiliki nilai tambah melalui jiwa wirausaha. Dia mengemukakan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di Unpas diterapkan hidden kurikulum kewirausahaan pada kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum dimana beberapa matakuliah itu melakukan praktek wirausaha. “Kurikulum berbasis wirausaha bersifat hidden kurikulum yang bisa dimasukan di setiap mata kuliah. Tidak hanya fakultas ekonomi saja tapi juga fakultas lain,” katanya.
Untuk menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan aktivitas kewirausahaan agar para lulusan perguruan tinggi lebih menjadi pencipta lapangan kerja maka para mahasiswa diberi materi Kewirausahaan sebagai mata kuliah dimana diberikan satu minggu satu kali tatap muka. Dengan adanya mata kuliah Kewirausahaan diharap dapat merubah mindset para lulusan perguruan tinggi untuk cenderung memilih mandiri dan berusaha (job creator) daripada sebagai pencari kerja (job seeker).
Ada beberapa sebab yang melatar belakangi banyaknya penggangguran tingkat Diploma dan Perguruan Tinggi tersebur  dalam hal berwirausaha, diantaranya :
·        Sebagaian besar para lulusan Perguruan Tinggi cenderung sebagai pencari kerja (job seeker) daripada sebagai pencipta lapangan pekerjaan (job creator).
· Kurang nya informasi, dukungan, motivasi dan pengetahuan tentang kewirausahaan
·        Kurangnya informasi, dukungan dan pengetahuan dari pemerintah, keluarga dan tempat pendidikan tentang dunia kewirausahaan.

Beberapa alasan-alasan tersebut di atas menyebabkan mereka didorong untuk  menjadi pegawai negeri atau swasta setelah lulus dari Perguruan tinggi, belum ada dukungan yang maksimal baik dari keluarga, pemerintah maupun dunia Pendidikan untuk mandiri atau berwirausaha. Dengan rendahnya tingkat keinginan para lulusan terdidik (diploma dan sarjana) untuk berwirausaha, maka jumlah lapangan pekerjaan semakin sempit sedangkan  jumlah pengangguran semakin meningkat. Untuk itu perlu adanya sinergi dan dukungan  dari berbagai pihak untuk mewujudkan minat para generasi muda berwirausaha sehingga mereka dapat menciptakan lapangan kerja sendiri dan orang lain yangmana nantinya dapat mengurangi jumlah penggangguran terdidik di Indonesia. Diharapkan dengan adanya minat para lulusan perguruan tinggi untuk mandiri, berwirausaha maka akan meningkat pula aktivitas entrepreneurial (berwirausaha) sehingga dapat tercipta bisnis baru, peluang pekerjaan dan berkurangnya penggangguran.
Perbedaan yang dapat dilihat pada saat jadi pengusaha dan  menjadi karyawan yaitu:
Pengusaha:
- membuka lapangan pekerjaan
- mandiri + independen
- bebas
- lebih kreatif dan dinamis

 
Karyawan :
- terikat waktu dan tugas
- gak independen
- terkungkung dan terkekang
- hanya jadi "pelayan" bagi atasan

Next, menjadi job creator berarti mengurangi pengangguran karena kita dapat membuka peluang kerja bagi orang lain. So, satu langkah justru bisa menjadi berkah bagi banyak pihak.


 Nama : Irma Hidayati Ginting
NPM : 23211695

Tugas 3 Analisis Jurnal Kecurangan (Softskill)

Diposting oleh Unknown di 09.04 0 komentar
 Analisis Jurnal “PENGARUH PERAN KOMITE AUDIT, PENGENDALIAN INTERNAL, AUDIT INTERNAL DAN PELAKSANAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TERHADAP PENCEGAHAN KECURANGAN “
Ringkasan Jurnal :
Judul               :  PENGARUH PERAN KOMITE AUDIT, PENGENDALIAN INTERNAL,
AUDIT INTERNAL DAN PELAKSANAAN TATA KELOLA
PERUSAHAAN TERHADAP PENCEGAHAN KECURANGAN
Penulis                         :  Gusnardi
Universitas      :  Fakultas Ekonomi Universitas Riau
No. Jurnal        : Ekuitas Vol. 15 No. 1 Maret 2011: 130 – 146

Abstrak
The needs for good corporate governance in the last ten years have been evidenced, especially after the failure of some big companies. In Indonesia, the good corporate governance become more important since this country experienced a multi dimension crisis at the middle of the 1997, where all government agents and private enterprises were required to implement the corporate governance. The purpose of this research is to explore the influence of audit committee role, internal control, internal audit, and good corporate governance implementation simultaneously and partly on the fraud prevention over the state-owned companies. This research was conducted by census methods over 13 public BUMN in Indonesia. The data used in this research were primary data collected by questioners. The research respondents were audit committee chairman, financial director, internal audit department chairman, and corporate secretary. The validity and reliability of the data was tested before hypothesis testing. The data analysis for hypothesis testing was the path analysis. This research concludes the of audit committee role, internal control, internal audit, and good corporate governance implementation
influential significant to Fraud prevention the state-owned companies in Indonesia. From this research expressed that optimal from audit committee role, internal control exercise, internal audit and good corporate governance implementation can prevent the happening of fraud prevention over the state-owned companies in Indonesia.
Keyword: audit committee, internal control, internal audit, good corporate governance, and fraud.

Latar Belakang
Perhatian dunia usaha terhadap Tata Kelola Perusahaan meningkat sejak negara-negara di Asia di hantam krisis ekonomi pertengahan tahun 1997 dan terbukanya skandal keuangan perusahaan raksasa dunia, termasuk Enron Corporation, Worldcom, dan Global Crossing. Krisis ini berdampak sangat luas terutama dalam merontokkan rezim-rezim politik yang berkuasa di Korea Selatan, Thailand, dan Indonesia. Ketiga negara yang diawal tahun 1990-an dipandang sebagai “Macan Asia” harus mengakui bahwa pondasi ekonomi mereka rapuh, yang akhirnya berujung pada krisis keuangan, ekonomi dan akhirnya merambat ke krisis politik. Hasil analisis yang dilakukan berbagai organisasi internasional dan regulator pemerintah di banyak negara menemukan sebab utama terjadinya krisis ekonomi tersebut adalah karena lemahnya pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan (GCG) di banyak perusahaan termasuk BUMN dan BUMS di Indonesia. Untuk perusahaan yang dikelola pemerintah atau sebagian kepemilikannya dikuasai pemerintah (BUMN) bahkan sudah diatur supaya dalam pelaksanaan kegiatannya harus berpedoman kepada corporate governance. Sehubungan dengan penerapan GCG pada BUMN, dari hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang dilakukan pada 16 BUMN selama bulan Oktober 2002 sampai Mei 2003, ternyata hanya enam perusahaan BUMN yang memiliki kinerja baik. Dari hasil audit BPKP tersebut bahwa komitmen BUMN untuk menerapkan Tata Kelola Perusahaan masih rendah. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam mewujudkan pelaksanaan GCG guna memperbaiki kinerja perusahaan, khususnya BUMN di Indonesia adalah dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-117/MMBU/2002 Tentang Penerapan Praktik Tata Kelola Perusahaan Pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pasal 2 yang mewajibkan BUMN menerapkan Tata Kelola Perusahaan secara konsisten. Untuk dapat melaksanakan Good Corporate Covernance sebagaimana yang diharapkan semua pihak terutama di BUMN-BUMN diperlukan peran yang optimal dari Komite Audit, Pengendalian Internal dan Audit Internal. Dengan terlaksananya corporate governance diharapkan perusahaan dapat berjalan dengan baik dan kecurangan yang selama ini merugikan mayoritas BUMN dapat dikurangi bahkan dihindari. Berdasarkan uraian di atas, dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu; apakah peran Komite Audit, Pengendalian Internal, Audit Internal, dan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan berpengaruh terhadap pencegahan Kecurangan pada BUMN Terbuka di Indonesia. Sedangkan tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh peran Komite Audit, Pengendalian Internal, Audit Internal, dan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan terhadap pencegahan Kecurangan baik secara simultan maupun secara parsial pada BUMN Terbuka di Indonesia. Dengan tercapainya tujuan penelitian, maka hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Bagi perusahaan publik yang memiliki Komite Audit dapat merupakan kegunaan
praktis untuk menjadi masukan sejauh mana pengaruh peran Komite Audit, Internal Control dan Internal Audit dapat menunjang pelaksanaan Good Corporate Governance dan pencegahan Fraud.
2. Dapat memberikan kontribusi secara ilmiah dan pengembangan teori-teori yang telah ada, mengenai ilmu auditing, Internal Control, Internal Audit, Fraud Auditing dan Corporate Governance.
3. Bagi pendidikan tinggi dapat dijadikan bahan masukan dan sumbangan pemikiran dalam melengkapi bahan bacaan/literatur bidang akuntansi dan manajemen.

Variabel Penelitian
·         Variabel Independen  : Komite Audit (X1), Internal Control (X2), Internal Audit (X3).
·         Variabel Dependen     : Pelaksanaan GCG (Y), Pencegahan Fraud (Z).

Metodologi  Penelitian
Berdasarkan tujuannya, penelitian ini merupakan penelitian verifikatif, yaitu penelitian
yang berupaya menguji jawaban masalah yang bersifat sementara (hipotesis) berdasarkan teori tertentu. Untuk itu, metode penelitian yang digunakan adalah explanatory survey yaitu penelitian dengan menggunakan populasi untuk menjelaskan hubungan antar variabel pada populasi tersebut. Sehubungan dengan jenis penelitian ini, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penelitian yang menggunakan metode survei memiliki ciri-ciri terkait dengan tujuan yang ingin dicapai, yaitu bersifat deskriptif dan juga verifikatif, data dikumpulkan dari sampel yang telah ditentukan, data variabel penelitian diperoleh dengan menggunakan alat pengumpulan data tertentu, yaitu kuesioner (Singarimbun dan Effendi, 1995). Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh peran Komite Audit, Pengendalian Internal dan Audit Internal dalam pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan dan pencegahan Kecurangan pada BUMN Tbk di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada BUMN Terbuka yang tercatat dan telah membentuk Komite Audit di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Pemilihan objek tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa pembentukan Komite Audit sudah diwajibkan oleh Bapepam dan BEJ bagi perusahaanperusahaan yang go public dalam rangka mencapai Tata Kelola Perusahaan yang saat ini sudah menjadi tuntutan bagi perusahaan-perusahaan yang akan masuk tercatat di BEJ. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini digunakan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan Software Lisrel 8.30. Penggunaan analisis jalur dengan pertimbangan bahwa pola hubungan antar variabel dalam penelitian ini adalah bersifat korelatif dan kausalitas. Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen. Analisis jalur digunakan karena secara konseptual antar variabel independen memiliki hubungan. Dengan analisis jalur dapat diketahui besarnya pengaruh masing-masing variabel independen baik langsung maupun tidak langsung. Mempermudah pemahaman atas variabel dalam penelitian ini, maka setiap variabel dirumuskan dalam simbol.

Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat: Lawrence etc. (2000), dan Indra Safitri (2002) mengatakan bahwa seluruh keputusan yang dibuat oleh komisaris independent, tidak terpisahkan dari berjalannya mekanisme Pengendalian Internal ditubuh emiten termasuk adanya Komite Audit, Abbott (2000) mengatakan bahwa Komite Audit yang ahli berhubungan positif dengan kualitas laporan keuangan, dan Cattrysse (2002) menyatakan bahwa Auditor Internal yang baik dapat mencegah Kecurangan. Dari besarnya pengaruh variabel independen tersebut terhadap pencegahan kecurangan, ternyata pengaruh yang paling besar adalah pengaruh pelaksanaan tata kelola perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pelaksanaan tata kelola perusahaan pada BUMN Tbk. di Indonesia maka akan dapat mencegah terjadinya kecurangan lebih dini.
Analisis Jurnal

Untuk pengambil kebijakan seperti BEJ dan Bapepam LK, sesuai dengan ketentuan kewajiban bagi perusahaan publik tentang penerapan Tata Kelola Perusahaan, agar selalu mengawasi perusahaan/emiten dalam menerapkan Tata Kelola Perusahaan, terutama tentang code of corporate governance, yang menyajikan pedoman kepada BUMN Tbk. di Indonesia tentang penerapan Tata Kelola Perusahaan. Serta menjadi masukan seberapa jauh peraturan Bapepam LK dan BEJ telah ditaati oleh emiten sebagai dasar untuk menerapkan sanksi bagi emiten yang belum atau tidak menerapkan Tata Kelola Perusahaan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan harapan bahwa perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan Tata Kelola Perusahaan dengan baik akan dapat mencegah praktik kecurangan yang merugikan banyak pihak.

Nama : Irma Hidayati Ginting
NPM : 23211695

Jumat, 14 November 2014

SWOT DIRI SENDIRI (TGS SOFSKIL 2)

Diposting oleh Unknown di 23.23 0 komentar

Analisis Swot diri saya


Nama saya Irma Hidayati Ginting biasa dipaggil Irma atau Borgit. Saya lahir di Kabanjahe,daerah tanah karo Sumatera Utara, saya menghabiskan masa-masa kecil saya di sana,tapi saat mulai sekolah saya pindah ke kota . Saya terlahir dari seorang ayah berdarah Batak begitu juga ibuku. Itu berarti saya adalah anak yang memiliki darah batak asli dari sumatera utara.
Pada waktu kecil perna terlintas dalam pikran saya untuk bercita-cita menjadi polwan karena terpengaruh dengan saudara-saudara yang yang menjadi polwan. namun setelah duduk dibangku SMA saya mulai brpikir lagi untuk bercita cita menjadi sekretaris karena terinspirasi dari kakak kelas yang menjadi sekretaris,yang selalu terlihat cantik, semangat dan ramah pada orang yang disekitarnya. Tapi setelah di bangku kuliah yang di mana disebut seorang mahasiswa saya berpikir lagi kenapa tidak bekerja di sebuah perusahaan, karena melihat saudara saya yang bekerja disalah satu perusahaan di Jakarta, saya ingin juga bekerja seperti dia, mungkin itu sekilas mengenail cita-cita saya.
Mengenai swot saya, yang diberit tugas oleh Dosen Etika Profesi Akuntansi untuk menganalisa tentang swot yang ada pada diri saya sendiri, saya sendiri bingung swot yang ada pada diri saya itu apa,karena saya orangnya cuek, saya harus menuliskan apa kekurangan, kelebihan yang ada pada diri saya. Saya berpikir beberapa kali,untuk menemukan kelebihan dan kekurangan saya, akhirnya saya dapat menuangkan isi pikiran saya mengenai kekurangan dan kelebihan saya, berikut ini kekurangan dan kelebihan diri saya :
S = Strenght, adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang, organisasi atau sebuah program saat ini yang bias berpegaruh positif di masa yang akan datang.
1.      Mudah bersosialisasi dengan temen
2.      Berpenampilan cukup baik
3.      Suka memasak
4.      Senang buat temen tertawa

W = weakness, adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan yang dimiliki oleh seseorang, organisasi atau sebuah program saat ini yang bias bepegaruh negative di masa yang akan dating.
Kelemahan yang ada pada diri saya sekarang yaitu :
1.      Agak cuek pada lingkungan sekitar
2.      Lemah dalam bahasa inggris dan matematika
3.      Kurang percaya diri saat bicara di depan orang banyak/umum
4.      Susah ngambil keputusan dengan cepat
5.      Boros dalam keuangan
6.      Ceroboh
7.      Pelupa
8.      Kurang bisa mengatur waktu dengan baik
9.      Suka menunda-nunda pekerjaan

Opportunities :
Petama, dukungan dari orang tua yang hebat. Sehingga bisa menguliahkan saya yang berasal dari Sumatera Utara, juga di fasilitasi dengan segala keperluan yang berhubungan sama kuliah dan kebutuhan sehari-hari dan lain-lain. Kedua, banyak teman dan sahabat yang mempunyai berbagai macam skill sehingga membuat saya saling share atau berbagi ilmu, saling berbagi dan mengajari, belajar kelompok bersama sehingga mempermudah dalam menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Punya temen senior yang berpenglaman yang dapat menjadi tempat bertanya jika tidak tau mengenai informasi dari kampus.


 Threats :
pengaruh internet dan sosial media yang kadang-kadang membuat saya lupa akan waktu karena ketagihan sehingga pekerjaan-pekerjaan yang lain terlupakan namun teman dan keluargaku sering sekali mengingatkan saya untuk tidak melupakan tugas-tugas penting seperti tugas  kuliah.

Dengan segala kelurangan dan kelebihan, saya akan terus berusaha untuk berpikir bahwa sukses hanya tinggal selangkah lagi dan pasti akan diraih, dan diimbagi dengan kerja keras, usaha dan doa , pasti semua akan berhasil, dan masa depan yang cerah akan ada di depan Anda.
 

Irmahg blog's Copyright 2011 My Sweet Blog kage Designed by Templates By Blogger Styles | Blogger Image by Tadpole's Notez